Bagaimana cara belajar menjadi lawan bicara yang menarik? 116 Tips untuk Percakapan

Apakah Anda ingin dianggap sebagai pembicara yang menarik dan selalu meninggalkan kesan yang baik pada orang lain? Kemampuan untuk melakukan percakapan akan membantu Anda dalam hubungan, karier, persahabatan, dan kehidupan secara umum. Bagaimana menjadi pembicara yang baik dalam situasi dan tempat apa pun?

Dunia modern adalah dunia komunikasi dan komunikasi. Hubungan, persahabatan, karier, uang, dan nilai-nilai lain datang kepada kita melalui komunikasi. Apakah Anda tahu bagaimana berkomunikasi dengan orang lain atau Anda mengalami kesulitan, pemalu dan tidak tahu harus berbicara apa?

Bagaimana Anda memulai percakapan dengan orang asing, terhubung dengan orang lain, dan melakukan percakapan dengan orang lain? Bagaimana menjadi pembicara yang menarik di jejaring sosial: VKontakte, Facebook, atau Odnoklassniki? Bagaimana cara melakukan percakapan melalui telepon atau korespondensi melalui pesan instan? Berikut adalah 111 tips dari buku komunikasi cerdas untuk membantu Anda melakukan percakapan dan percakapan.

Kemampuan untuk berkomunikasi dengan orang lain akan memungkinkan Anda untuk menjadi lawan bicara dan orang yang menarik. Dan itu memberikan banyak manfaat bagi kehidupan. Orang yang suka bergaul lebih mungkin berhasil di semua bidang, sementara orang yang pendiam tetap berada di sela-sela kehidupan.

"Jika Anda ingin menjadi pintar, belajarlah bertanya dengan cerdas, dengarkan baik-baik, jawab dengan tenang dan berhenti berbicara ketika tidak ada lagi yang bisa dikatakan." Johann Kaspar Lavater

Bagaimana cara belajar menjadi pembicara yang menarik? Daftar tips dari buku tentang percakapan

1. Saat berbicara, pikirkan apakah topik itu menarik bagi lawan bicara. Bicarakan hanya tentang apa yang menarik atau menggairahkan lawan bicara.

2. Senyum. Tampil ramah, positif, dan terbuka sehingga Anda dapat terhubung lebih cepat.

3. Aturan emas moralitas adalah: "Perlakukan orang lain sebagaimana Anda ingin diperlakukan." Tetapi lebih baik bertindak sesuai dengan aturan platinum: "Perlakukan orang lain sebagaimana mereka ingin diperlakukan."

4. Gunakan teknik mendengarkan aktif: dengarkan baik-baik, angguk, setuju, setuju, bantu dengan ungkapan dan pemikiran yang diperlukan.

5. Panggil lawan bicara dengan nama lebih sering, karena suara nama itu sangat menyenangkan bagi siapa pun. Karena itu, selalu hafalkan atau tuliskan nama-nama kenalan baru.

6. Jaga penampilan, citra, dan citra Anda. Semua orang senang berbicara dengan orang yang rapi dan bergaya yang berbau harum.

7. Jangan menjadi orang yang membosankan, pengeluh, pengeluh, atau orang yang membosankan. Semua orang lari dari mereka seperti api.

8. Berikan pujian, perhatikan fitur positif dan kekuatan lawan bicara. Ini akan menimbulkan tanggapan.

9. Dalam sebuah percakapan, cobalah untuk memahami karakter dan suasana hati lawan bicara saat ini.

10. Cobalah untuk menunjukkan diri Anda dari sisi terbaik dan rapi, sehingga Anda akan lebih cepat menyukainya.

11. Temukan minat yang sama dengan lawan bicara untuk menemukan kesamaan: hobi, hobi, atau impian.

12. Bekerja pada diksi, kejelasan dan keindahan bicara.

13. Perlakukan semua orang dengan hormat. Itu membuat kesan yang bagus.

14. Jangan melakukan percakapan formal tentang cuaca atau tentang sesuatu yang kosong. Teman bicara segera berhenti mendengarkan dan menjauh. Dia bosan.

15. Cobalah untuk tidak mengganggu saat berbicara dan tidak menggantungkan mie ekstra di telinga lawan bicara.

16. Nyatakan esensi dalam bahasa yang sederhana dan mudah dipahami sehingga orang lain tidak menganggap Anda pintar.

17. Biarkan lawan bicara Anda berbicara lebih banyak daripada Anda.

18. Bersikaplah optimis, jangan pesimis dalam percakapan. Ini membangkitkan emosi positif.

19. Komunikasi tidak boleh monolog. Batasi cerita dan kalimat Anda agar lawan bicara dapat berbicara juga.

20. Jangan ragu untuk mengajukan pertanyaan kepada lawan bicara untuk memulai percakapan dan menjalin kontak.

21. Bersiaplah untuk pertanyaan dari tingkat apa pun dan cobalah untuk menjawabnya, terlepas dari kesulitannya.

22. Jangan berdebat secara agresif dan kategoris. Bahkan perbedaan pendapat dapat diselesaikan dengan damai dan tenang. Argumen adalah pencarian kompromi yang cermat.

23. Gunakan jawaban lawan bicara untuk melanjutkan percakapan tentang topik yang menarik baginya.

24. Hindari bergosip dan berbicara buruk tentang orang lain. Jika tidak, mereka akan berasumsi bahwa Anda menyebarkan gosip di belakang Anda.

25. Jangan pernah menyela lawan bicara dan jangan memasukkan “5 kopek” Anda untuk menceritakan kasus atau cerita Anda.

26. Fokuslah pada lawan bicara saat Anda sedang berbicara dengannya, dan jangan teralihkan oleh hal-hal lain.

27. Buat yang tidak dikenal oleh lawan bicara dapat dimengerti, menggunakan objek, fenomena, dan perbandingan yang sudah dikenal.

28. Jangan mengolok-olok orang, pikiran dan keinginan mereka. Ini sangat tidak sopan. Tertawalah bersama mereka saat mereka bersenang-senang.

29. Latih suara Anda. Suara yang rendah, lembut, dan serak lebih enak didengar daripada yang melengking atau tidak rata.

30. Kemampuan penting lawan bicara tidak hanya mengatakan apa yang dibutuhkan, tetapi juga diam tentang apa yang tidak dibutuhkan.

31. Bersikaplah bijaksana terhadap lawan bicara dan hormati perasaannya.

32. Perhatikan isyarat non-verbal orang lain. Apakah orang tersebut melihat arlojinya, mengeluarkan ponselnya, atau mencoba menyelinap keluar? Saatnya berhenti bicara.

33. Hindari istilah teknis saat berbicara dengan orang di luar profesi Anda.

​​​​

34. Jalani kehidupan yang aktif untuk menjadi pembicara yang menarik yang memiliki sesuatu untuk diceritakan. Cobalah menjadi manusia dunia, global dan berskala besar, dengan pandangan kosmopolitan. Orang-orang seperti itu menarik.

35. Jangan terlalu terbuka, terutama di depan orang yang tidak dikenal.

36. Cobalah untuk mengikuti perkembangan terbaru di dunia untuk mengikuti percakapan.

37. Tidak perlu, dalam perselisihan atau konfrontasi, untuk menjadi benar.

38. Rasa malu, rasa tidak aman, dan rasa rendah diri mengganggu percakapan.

39. Perhatikan apa yang dikatakan dan diingat lawan bicara. Bertanya lagi itu bodoh.

40. Perluas wawasan Anda untuk memahami percakapan tentang topik apa pun.

41. Jangan terlalu banyak bertanya seperti interogasi atau wawancara.

42. Jangan mencoba menyentuh terlalu banyak topik untuk percakapan, melompat dari satu ke yang lain.

43. Ulangi bahasa tubuh lawan bicara untuk menunjukkan kemiripan Anda.

44. Simpan selusin cerita menarik yang sesuai untuk situasi tertentu.

45. Cara terbaik untuk memenangkan pertengkaran adalah dengan menghindarinya.

46. Jangan mencoba mengubah orang dan menerima mereka apa adanya.

47. Bacalah beberapa buku tentang berbicara di depan umum dan komunikasi. Pastikan untuk membaca Cara Mendapatkan Teman dan Mempengaruhi Orang Dale Carnegie.

48. Mulailah percakapan tentang hal-hal terbaru di dunia, pencapaian dan peristiwa menarik, tetapi jangan memanjakan diri dengan menceritakan kembali gosip yang jujur.

49. Cobalah untuk melihat sesuatu dari sudut pandang lawan bicara.

50. Jangan menjawab pertanyaan dengan suku kata tunggal. Jika tidak, itu akan memberi kesan bahwa Anda tidak tertarik dengan percakapan, tetapi Anda ingin menyelesaikannya lebih cepat.

51. Jangan menceritakan hal-hal "rahasia" tentang orang lain. Orang-orang seperti itu tidak menginspirasi kepercayaan dan rasa hormat.

52. Biarkan lawan bicara menyelamatkan reputasi dan wajahnya jika dia berada dalam situasi yang sulit.

53. Dengan rela dan tegas mengakui kesalahan Anda jika itu terjadi.

54. Perhatikan sopan santun Anda untuk membuat kesan yang baik.

55. Memberi kesan bahwa kesalahan seseorang mudah diperbaiki dan semuanya akan beres.

56. Hindari postur tubuh yang ketat yang menunjukkan kekakuan dan kurang nyamannya percakapan.

57. Terkadang Anda bisa diam bersama. Jangan mencoba mengisi celah apa pun dengan kata-kata.

58. Dengan tulus meyakinkan lawan bicara tentang pentingnya dirinya sendiri.

59. Sampaikan ide dan pikiran Anda dengan cerah, tidak membosankan dan membosankan.

60. Jangan membandingkan lawan bicara dengan siapa pun. Setiap orang menganggap dirinya unik dan tidak dapat diulang.

61. Hindari berbicara tentang politik, agama, kesehatan dan kehidupan pribadi.

62. Rasa humor adalah kunci keberhasilan percakapan yang baik.

63. Kenali jeda dalam percakapan saat orang lain menunggu komentar dan pendapat Anda.

64. Dalam sebuah percakapan, cobalah untuk tidak menyombongkan diri, itu terlihat lucu.

65. Singkirkan pidato Anda dari kata-kata parasit. Bagaimana cara mengenali mereka? Ceritakan sebuah kisah dan rekam pada tape recorder.

66. Jangan tiba-tiba menyimpang dari topik pembicaraan, menunjukkan rasa tidak hormat kepada lawan bicara.

67. Bantu orang tersebut untuk berbicara, tertarik pada pendapat dan keinginannya.

68. Meningkatkan harga diri lawan bicara selama percakapan.

69. Perbanyak kosakata Anda dan hafalkan kutipan-kutipan bagus.

70. Jangan menghindari kontak dengan orang lain dan teruslah mengobrol. Ini akan memungkinkan Anda untuk menjadi lebih ramah dan bersosialisasi.

71. Kendalikan emosi dan ekspresi wajah Anda saat berbicara.

72. Ceritakan tentang diri Anda dan peristiwa yang Anda ikuti. Ini biasanya menarik.

73. Jangan menjawab pertanyaan dengan pertanyaan. Ini membuat orang kesal.

74. Cobalah untuk menghindari sanjungan yang kasar. Lebih fokus pada kelebihan dan kekuatan nyata lawan bicara.

75. Jangan keluar dari cara Anda untuk menyenangkan lawan bicara. Ini menjijikkan.

76. Bicaralah dengan baik tentang orang lain. Lawan bicara akan mencoba mencocokkan ide dan pendapat terbaik Anda.

77. Cobalah untuk mengungkapkan pendapat Anda hanya pada topik-topik di mana Anda memahami sesuatu.

78. Kurangi penggunaan kata "aku" dalam percakapan, yang menunjukkan keegoisan yang tak terselubung.

79. Setiap orang memiliki pengalaman unik. Biarkan orang itu mengajari Anda sesuatu. Dia akan menyukainya.

80. Berlatihlah berbicara lebih banyak dengan orang lain. Kunjungi tempat-tempat baru, mulai percakapan dengan orang asing.

81. Sesekali menyentuh orang. Ini memungkinkan Anda untuk dengan cepat menjalin hubungan yang ramah dan hangat. Tapi itu harus relevan.

82. Jangan menunjukkan bahwa Anda sedang terburu-buru atau ingin mengakhiri percakapan dengan cepat. Ini akan menciptakan kesan lawan bicara yang buruk dan orang yang tidak menyenangkan.

83. Pertama-tama bicarakan kesalahan Anda, lalu kritik dengan hati-hati.

84. Jangan menarik kesimpulan untuk lawan bicaranya, jangan selesaikan anekdotnya dan jangan menebak kelanjutan ceritanya.

85. Jangan ulangi frasa yang sama - ini tidak sopan kepada lawan bicara. Tetapi variasikan kalimatnya, ulangi dan konsolidasikan pikiran.

86. Cobalah untuk membangun timbal balik emosional dan spiritual dalam percakapan.

87. Jangan takut untuk berinisiatif membuka diri sebagai orang yang pemalu.

88. Tunjukkan rasa hormat terhadap sudut pandang orang lain, dan jangan mencoba menghancurkannya berkeping-keping.

89. Gunakan ironi diri dalam percakapan, tetapi jangan berlebihan.

90. Bagikan pemikiran, ide, dan catatan menarik Anda kepada orang lain.

91. Jangan mencoba mencari informasi pribadi dan apa yang tidak ingin dibicarakan orang tersebut.

92. Jika seseorang mengkritik dirinya sendiri dan menegur, maka bantulah dia. Bantah pernyataan dan dukungannya.

93. Tampilan emosi yang berlebihan dapat menempatkan lawan bicara dalam posisi yang canggung. Dalam percakapan, tahan diri dan emosi Anda.

94. Miliki gairah dan hobi Anda sendiri yang dapat Anda bagikan dengan orang lain.

95. Belajar menikmati komunikasi. Suasana hati yang positif ini akan menciptakan citra lawan bicara yang baik dan orang yang menyenangkan.

96. Ekspresikan diri Anda lebih jelas dan jelas sehingga jelas apa yang Anda bicarakan.

97. Jangan menggunakan halangan dalam pidato lawan bicara, itu bisa membuatnya keluar dari pikirannya.

98. Mintalah nasihat dari seseorang di bidang yang dia pahami. Itu mungkin membuatnya tersanjung.

99. Beritahu lawan bicara Anda tentang diri Anda untuk menunjukkan keterbukaan Anda.

100. Jangan mendominasi selama percakapan, tetapi biarkan lawan bicara memimpin jalannya percakapan.

101. Sembunyikan kekurangan dan sisi negatif Anda. Tidak ada orang yang sempurna. Tunjukkan sisi terbaik Anda.

102. Jangan menceramahi orang lain dan jangan mengkritik secara terbuka.

103. Hindari keakraban, keakraban dan vulgar saat berbicara.

104. Ambil petunjuk dari pembicara berbakat, pembicara kuliah, dan pembawa acara TV.

105. Tunjukkan empati yang tulus kepada lawan bicara, berempati dengan suasana hati dan emosinya.

106. Pujilah orang untuk pencapaian sekecil apa pun dan setujui langkah-langkah yang berhasil.

107. Pertahankan kontak mata dengan lawan bicara, dan jangan menyipitkan mata.

108. Cobalah untuk menjadi individu yang nyata, dan tidak palsu dan palsu, yang ada begitu banyak.

109. Tunjukkan karisma, senyum, tawa, tunjukkan gerak tubuh dan emosi.

110. Orang merasakan bagaimana kita memperlakukan mereka dan apa yang kita rasakan. Bersikaplah hangat dan ramah kepada lawan bicara Anda. Cobalah untuk menunjukkan simpati yang jujur.

111. Akhiri percakapan dengan nada positif untuk meninggalkan kesan yang baik.

112. Ingatlah krayon percakapan atau kehidupan lawan bicara untuk memberi kejutan nanti.

113. Tekankan sifat-sifat positif dan kebajikan seseorang.

114. Selalu berhubungan dengan seseorang untuk menjaga hubungan persahabatan.

115. Tentukan kelemahan lawan bicara untuk mempermainkannya.

116. Cari tahu apa yang paling menjadi kekhawatiran dan minat lawan bicara.

Bagaimana cara belajar menjadi pembicara yang menarik? Simpan seluruh daftar tip komunikasi dan pastikan untuk menggunakannya. Jadilah orang yang percakapannya seperti membaca buku yang bagus. Maka semua orang akan mencintaimu. Apakah Anda dapat melakukan percakapan yang menghibur dan menarik?